Skip to content

Cycling For Culture

November 23, 2017

Bersepeda adalah salah satu hobiku. Dari kecil hingga sekarang, sepeda selalu menjadi salah satu teman bermainku. Bosan dengan jalur bersepeda di kota Samarinda, aku berpikir untuk bersepeda agak jauh dari kota Samarinda. Karena aku pernah tinggal di Jakarta selama 4 tahun, dan aku pernah melakukan perjalanan Jakarta-Bogor-Jakarta dengan jarak sekitar 110 kilometer yang membuatku ingin bersepeda jauh dari keramaian Samarinda.

Telah lama aku sudah merencanakan bersepeda ke kota Tenggarong Kutai Kartanegara, tapi belum ada waktu untuk bersepeda kesana. Akhirnya Minggu, 7 Juli 2013 aku memutuskan untuk bersepeda sendirian kesana. Kebetulan di Tenggarong sedang berlangsung puncak acara ERAU.

Read more…

Advertisement

Sunset di Puncak Bukit

November 16, 2014

neverthinkjustwrite

Dulu waktu kecil setiap diajak naik kapal kayu di sungai mahakam pasti melewati perbukitan rimbun… Bukit yang saya tidak tahu namanya ini adalah perbukitan penuh pepohonan yang menjorok ke arah sungai. Di puncaknya, jika dilihat dari sungai Mahakam terdapat tanah lapang yang penuh dengan ilalang. Karena posisinya yang menjorok ke sungai, bukit ini seakan terletak di antara dua daratan, Samarinda dan Samarinda Seberang. Di pinggiran bukit banyak rumah-rumah warga (dulu waktu kecil sering mikirin gimana caranya rumah bisa dibangun di lahan miring), jadi di malam hari bukit itu seperti penuh bintang oleh cahaya lampu dari rumah-rumah warga 😀

Everytime our boat passed  I’d be the one who stood and looked that hill until it was faded away by distance. And little me always imagined to climb and stand at the peak of that hill.

Sampai beberapa minggu lalu, seorang teman mengepost foto yang dia dapat dari post di group lain…

View original post 319 more words

Susi Pudjiastuti, Bukan Similikiti

October 30, 2014

Pengalaman yang membawanya bisa seperti ini.. good article!

(Kamu) Tidak Pantas Menjadi Tukang Parkir!

September 19, 2014

Di akhir pekan ini, saya nikmati dengan duduk santai sambil menikmati milk tea jelly di pinggiran Sungai Mahakam. Hilir mudik kendaraan yang saya lihat membuat saya memandangi sekitar pinggiran Tepian Mahakam. Banyak orang menikmati waktunya bersama teman-teman dan juga keluarga mereka. Tepian Mahakam adalah tempat yang menurut saya nyaman dijadikan tempat berkumpul bersama rekan-rekan dan keluarga untuk menikmati akhir pekan. Angin malam yang sepoi dengan minuman es milo atau kopi susu panas dan hidangan tahu tek-tek menjadi menu orang-orang yang saya lihat pada malam ini.

Read more…

Belajar Dari Masa Lalu

September 18, 2014

Indonesia Sambut Belanda

June 5, 2013

Image

Pecinta Sepakbola di Indonesia sedang bergembira. Nine Sport Inc mendatangkan tim finalis Piala Dunia 2010 Belanda dengan membawa pemain mereka yang sangat di kenal oleh kalangan pecinta sepakbola dunia. Robin Van Persie, Dirk Kuyt, Van der Vart, Wesley Sneijder, dan Arjen Robben dipastikan bergabung dalam lawatan ke Indonesia. Mereka  akan menghadapi punggawa Indonesia di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta pada Jumat, 7 Juni 2013. Tim Belanda yang di pimpin oleh pelatih Louis Van Gaal dan asistennya Patrick Kluivert tidak memandang remeh timnas Indonesia. “Indonesia adalah negara besar dengan pecinta sepakbola yang sangat banyak. Dengan bermain di stadion kebanggaan mereka, jelas akan menambah semangat pemain Indonesia,” tutur Louis Van Gaal.

Melihat sejarah kedua negara yang mempunyai hubungan erat ketika perang kemerdekaan ditambah dengan banyaknya keturunan Belanda-Indonesia membuat pertandingan ini semakin menarik untuk ditonton. Belanda pun datang ke Indonesia dengan kekuatan penuh. Seperti pemain belanda keturunan Indonesia yaitu John Heitinga. Selama beberapa hari terakhir sebelum Belanda terbang ke Indonesia, Heitinga sangat antusias di lihat dari akun twitternya dengan bahasa Indonesia. ”Saya banyak mendengar tentang Indonesia dari kakek saya, tetapi saya belum pernah kesana,”  tulis bek tim nasional Belanda Johny Heitinga di akun twitter-nya.

Di lain sisi timnas Indonesia belum melakukan persiapan dengan baik. Sampai kemarin pemain yang berkumpul  di Lapangan Latihan Timnas baru tiga belas orang. Selain itu, pelatih Indonesia, Jacksen F. Tiago belum juga menangani tim indonesia karena tadi malam beliau masih menangani Persipura dalam lanjutan Indonesia Super League 2013 melawan Persija Jakarta. Mereka yang sudah berkumpul yaitu Sergio Van Dijk, Tony Sucipto, I Made Wirawan, Andik Vermansyah, Hengkiy Ardilles, Vendry Mofu, Raphael Maitimo, Ahmad Bustomi, M.Roby, Zulkifli Syukur, Kurnia Mega, Hendro Siswanto, dan Ahmad Jufrianto.

Latihan dilakukan selama 60 menit. Karena baru 13 pemain yang terkumpul, belum terlihat strategi yang akan diterapkan ketika melawan belanda Jumat besok. Hanya latihan passing, dan game kecil. Sedangkan kedua penjaga gawang yang sudah bergabung, melakukan latihan sendiri yang diberikan oleh pelatih kiper.

Menurut rencana, tim Belanda akan mendarat di Jakarta tepatnya di Bandara Halim Perdana Kusuma hari ini Rabu (5/6). Pada siang hari mereka akan menggelar jumpa pers di HotelShangri La, sebelum menjajal Stadion Gelora Bung Karno dalam sesi latihan tertutup pada malam hari.

Adipura-pura

May 6, 2013

 

ImagePagi yang cerah. Aku pun terbangun dari tidurku. Bergegas aku melepaskan diri dari tempat tidurku. Segera aku menikmati pagi hari yang indah. Ya pagi hari menurutku adalah momen yang pas untuk menikmati hari-hari. Selepas setelah itu aku langsung keluar dari kamar, membasuh muka, dan mematikan lampu yang masih menyala.

Selepas semua itu aku lakukan, aku pun langsung menuju pintu rumah untuk mengambil koran yang setiap pagi selalu berada di depan pintu di lempar oleh loper koran.

ada satu kolom yang menarik perhatianku. yaitu soal ADIPURA.

Ya lagi-lagi Samarinda yang akan aku ceritakan di blogku ini. Kota yang di kenal dengan sebutan kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman, dan Nyaman). Ada beberapa komentar negatif orang-orang yang menyebut Samarinda tidak pantas untuk meraih Adipura. Di komentar tersebut, jangankan untuk meraih, untuk mencalonkan agar bisa mendapatkan piala Adipura sangat tidak pantas jika kita melihat kondisi riil dari kota Samarinda. Aku sebagai orang dan masyarakat Samarinda bukan tidak setuju pemerintah kota ingin mendapatkan Adipura. Tetapi aku melihat dari sisi kenyataan dan kondisi apa yang terjadi di kota Samarinda.

Pemerintah belum melaksanakan tugasnya dengan baik. Hujan deras dalam kurun waktu tidak lama, Samarinda kebanjiran. Pada kondisi terik panas, Samarinda berdebu. Sehingga semua menjadi serba salah. Hujan kebanjiran, Panas malah kepanasan karena di tambah debu-debu. Tidak ada solusi yang jitu yang diberikan pemerintah. Saya tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Saya bersikap netral. Bisa saja pemerintah sudah menanggulangi banjir tersebut. Tetapi jika hanya di tanggulangi tanpa mengatasi hal ini akan terus terjadi. Belum lagi masalah tambang yang membuat hutan-hutan di sekitar kot

a Samarinda. Banyaknya penggundulan lahan tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi. Pemerintah jelas ikut andil dalam perizinan tambang seperti ini. Nasi telah menjadi bubur. Banjir sudah terjadi. Lalu merencanakan anggaran yang besar untuk memperbaiki kota. Masalah menjadi terlalu kompleks yang harusnya tidak terjadi jika saja pemerintah berpikir jangka panjang ke depan terhadap kondisi. Keuntungan tidak seberapa dari tambang batu bara, tapi kerugian di rasakan hampir semua warga Samarinda.

Pemerintah kota bersikap seperti itu, sehingga masyarakat terlihat kasat mata juga terlihat acuh dengan apa yang terjadi. Banyak yg protes, banyak alasan; alasan a, alasan b, alasan c, dan alasan lainnya. Mungkin semua itu karena budaya kita yang sering kita lihat di televisi. Terlebih banyak menuntut dari pada memberikan solusi.

Kita berharap ada tindakan yang lebih serius dari pemerintah kota. Seperti lebih

memperhatikan perizinan tambang. Apalagi baru saja aku membaca berita satu sekolah harus pindah untuk melakukan UAN karena sekolah terendam sedada orang dewasa. Sungguh miris jika banjir harus menghantui kota samarinda yang di kenal sebagai IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

!

Jaga Bumi Kita! #iniAksiku

March 29, 2013

Kita berada di satu rumah yaitu Bumi. Jaga rumah kita dengan baik. Mari berAKSI untuk bumi yang lebih baik

🙂

Places Of Interest In Samarinda

March 28, 2013

News on Borneo

Places Of Interest In SamarindaIn addition to being the capital of East Kalimantan province, apparently the city has several attractions. Here are some Religious Tourism In Samarinda, including the following :

View original post 64 more words

60+

March 28, 2013

Akhir-akhir ini di kota saya Samarinda sering terjadi pemadaman lampu bergilir. Nah bertepatan dengan baru saja di adakan acara Earth Hour, banyak orang mengaggap mati lampu adalah earth hour.

Beberapa twit yang saya lihat di twitter cukup membuat saya tertawa ganteng! haha.. Menurut saya banyak orang yang belum paham tentang apa arti Earth Hour. Emang sih pada awalnya Earth Hour berkampanye tentang hemat listrik. Tetapi, tidak hanya cukup pada hemat listrik aja. Mungkin lebih tepatnya hemat energi. Apalagi Earth Hour sejak tahun 2011 udah berlogo 60+ kan?

Ketika saya membaca twit sebagian teman-teman saya ketika rumahnya terjadi padam listrik, mereka ngetwit kurang lebih seperti memojokkan earth hour. contohnya, “Samarinda penganut earth hour garis keras” , “earth hour udah di rapel 6 taun dari kemaren sejak mati lampu 6jam”, dan beberapa contoh lainnya yang kurang lebih seperti itu. Mungkin niat mereka emang cuma bercanda. Saya suka dengan canda mereka, karena canda mereka dpt membuat orang berpikir. Berpikir secara lebih luas.

Banyak arti dari 60+. 60 artinya 60 menit. Simbol + (plus) berarti sebagai gaya hidup. Ada juga 60 itu hanyalak sebagai awal, +(plus) sebagai komitmen masing-masing dalam menjalankan hidup ramah lingkungan.

Earth Hour bukan hanya mematikan lampu. Earth Hour mempunyai banyak arti. Dari bersepeda ke tempat aktifitas, mengurangi penggunaan kantong plastik dengan menggunakan tas belanja sendiri yang bisa digunakan berulang kali, menolak styrofoam, menanam pohon agar bumi menjadi hijau kembali seperti dulu, tidak membuang sampah sembarangan, dan banyak lagi yang dapat dilakukan untuk menjadikan bumi kita menjadi lebih baik.

Memang pada awalnya mematikan lampu adalah bentuk kampanye dari Earth Hour. Karena mematikan lampu adalah AKSI yang paling mudah dilakukan semua orang. Hanya mengandalkan 1 jari, seseorang dapat mematikan lampu. Ya hemat energi sama dengan hemat finansial juga dong. Semakin hemat menggunakan listrik di rumah, semakin dikit kan bayar listrik ke PLN ? hehehe..

%d bloggers like this: