Skip to content

Sunset di Puncak Bukit

November 16, 2014

neverthinkjustwrite

Dulu waktu kecil setiap diajak naik kapal kayu di sungai mahakam pasti melewati perbukitan rimbun… Bukit yang saya tidak tahu namanya ini adalah perbukitan penuh pepohonan yang menjorok ke arah sungai. Di puncaknya, jika dilihat dari sungai Mahakam terdapat tanah lapang yang penuh dengan ilalang. Karena posisinya yang menjorok ke sungai, bukit ini seakan terletak di antara dua daratan, Samarinda dan Samarinda Seberang. Di pinggiran bukit banyak rumah-rumah warga (dulu waktu kecil sering mikirin gimana caranya rumah bisa dibangun di lahan miring), jadi di malam hari bukit itu seperti penuh bintang oleh cahaya lampu dari rumah-rumah warga😀

Everytime our boat passed  I’d be the one who stood and looked that hill until it was faded away by distance. And little me always imagined to climb and stand at the peak of that hill.

Sampai beberapa minggu lalu, seorang teman mengepost foto yang dia dapat dari post di group lain…

View original post 319 more words

Susi Pudjiastuti, Bukan Similikiti

October 30, 2014

Pengalaman yang membawanya bisa seperti ini.. good article!

Breakthrough

Ketika SMP, saya termasuk penggemar talk show: Empat Mata yang dipandu oleh Tukul Arwana. Pelawak yang mengaku pernah bekerja sebagai supir truk dan supir pribadi. Saya mengikuti talk show dari awal namanya Empat Mata, Bukan Empat Mata, sampai Memang Bukan Empat Mata. Walau sekarang intensitas menonton acaranya tidak sedahsyat waktu awal-awal saya menonton. Konsepnya gitu-gitu saja, lawakannya juga kadang semakin garing, selain itu juga banyak acara talk show berbasis lawakan yang lebih menarik.

Pameo yang sering saya dengar ketika Tukul mengatakan ”Susi Similikiti…….” Lalu disambut dengan jawaban meriah penonton panggung bayaran dengan “weleh-weleh…”. Sampai saat ini, pameo itu masih jadi pegangan orang untuk meledek Si Susi, entah Susi yang mana.

Kini, Susi akan naik posisinya dari jadi bahan pameo ke menteri. Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang baru. Susi kali ini juga menjadi bahan omongan di kalangan masyarakat, terutama para netizen. Bukan karena menjadi bahan pameo…

View original post 404 more words

(Kamu) Tidak Pantas Menjadi Tukang Parkir!

September 19, 2014

Di akhir pekan ini, saya nikmati dengan duduk santai sambil menikmati milk tea jelly di pinggiran Sungai Mahakam. Hilir mudik kendaraan yang saya lihat membuat saya memandangi sekitar pinggiran Tepian Mahakam. Banyak orang menikmati waktunya bersama teman-teman dan juga keluarga mereka. Tepian Mahakam adalah tempat yang menurut saya nyaman dijadikan tempat berkumpul bersama rekan-rekan dan keluarga untuk menikmati akhir pekan. Angin malam yang sepoi dengan minuman es milo atau kopi susu panas dan hidangan tahu tek-tek menjadi menu orang-orang yang saya lihat pada malam ini.

Read more…

Belajar Dari Masa Lalu

September 18, 2014

Breakthrough

Pada satu kesempatan saya menghadiri sebuah seminar khayalan yang dihadiri oleh petinggi-petinggi negeri pada zaman demokrasi liberal. Seminar itu dihadiri seluruh pemimpin pada tiap-tiap kabinet, Natsir, Sukiman, Wilopo, Ali Sastroamidjodjo, Burhanudin Harahap, dan Djuanda. Saat itu saya datang telat, saya datang ketika sesi tanya jawab dimulai. Ah sial, pikir saya. Seminar itu dimoderatori oleh Mohamad Yamin, pemuda gigih yang ingin perubahan tercipta di negeri ini.

Salah seorang hadirin berparas tua, berbadan tegap, mengenakan kacamata hitam, dan membawa tongkat komando. Ia bertanya dengan nada yang agak sinis. Dari suaranya saya mengenal seperti Bung Karno, tetapi kumis yang berjejer tinggi bak pagar kabupaten mengurungkan niat saya untuk menebar isu tentang penanya tersebut. ia mengkritik secara gambling demokrasi liberal, Ia menyerang demokrasi liberal sebagai hanya “demokrasi 50% plus 1” dan kemudian tekanannya pada menggunakan musyawarah. Kemudian Ia mempertanyakan hal penting apa yang dapat dipelajari dari demokrasi liberal untuk perpolitikan Indonesia di masa depan?

View original post 652 more words

Indonesia Sambut Belanda

June 5, 2013

Image

Pecinta Sepakbola di Indonesia sedang bergembira. Nine Sport Inc mendatangkan tim finalis Piala Dunia 2010 Belanda dengan membawa pemain mereka yang sangat di kenal oleh kalangan pecinta sepakbola dunia. Robin Van Persie, Dirk Kuyt, Van der Vart, Wesley Sneijder, dan Arjen Robben dipastikan bergabung dalam lawatan ke Indonesia. Mereka  akan menghadapi punggawa Indonesia di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta pada Jumat, 7 Juni 2013. Tim Belanda yang di pimpin oleh pelatih Louis Van Gaal dan asistennya Patrick Kluivert tidak memandang remeh timnas Indonesia. “Indonesia adalah negara besar dengan pecinta sepakbola yang sangat banyak. Dengan bermain di stadion kebanggaan mereka, jelas akan menambah semangat pemain Indonesia,” tutur Louis Van Gaal.

Melihat sejarah kedua negara yang mempunyai hubungan erat ketika perang kemerdekaan ditambah dengan banyaknya keturunan Belanda-Indonesia membuat pertandingan ini semakin menarik untuk ditonton. Belanda pun datang ke Indonesia dengan kekuatan penuh. Seperti pemain belanda keturunan Indonesia yaitu John Heitinga. Selama beberapa hari terakhir sebelum Belanda terbang ke Indonesia, Heitinga sangat antusias di lihat dari akun twitternya dengan bahasa Indonesia. ”Saya banyak mendengar tentang Indonesia dari kakek saya, tetapi saya belum pernah kesana,”  tulis bek tim nasional Belanda Johny Heitinga di akun twitter-nya.

Di lain sisi timnas Indonesia belum melakukan persiapan dengan baik. Sampai kemarin pemain yang berkumpul  di Lapangan Latihan Timnas baru tiga belas orang. Selain itu, pelatih Indonesia, Jacksen F. Tiago belum juga menangani tim indonesia karena tadi malam beliau masih menangani Persipura dalam lanjutan Indonesia Super League 2013 melawan Persija Jakarta. Mereka yang sudah berkumpul yaitu Sergio Van Dijk, Tony Sucipto, I Made Wirawan, Andik Vermansyah, Hengkiy Ardilles, Vendry Mofu, Raphael Maitimo, Ahmad Bustomi, M.Roby, Zulkifli Syukur, Kurnia Mega, Hendro Siswanto, dan Ahmad Jufrianto.

Latihan dilakukan selama 60 menit. Karena baru 13 pemain yang terkumpul, belum terlihat strategi yang akan diterapkan ketika melawan belanda Jumat besok. Hanya latihan passing, dan game kecil. Sedangkan kedua penjaga gawang yang sudah bergabung, melakukan latihan sendiri yang diberikan oleh pelatih kiper.

Menurut rencana, tim Belanda akan mendarat di Jakarta tepatnya di Bandara Halim Perdana Kusuma hari ini Rabu (5/6). Pada siang hari mereka akan menggelar jumpa pers di HotelShangri La, sebelum menjajal Stadion Gelora Bung Karno dalam sesi latihan tertutup pada malam hari.

Adipura-pura

May 6, 2013

 

ImagePagi yang cerah. Aku pun terbangun dari tidurku. Bergegas aku melepaskan diri dari tempat tidurku. Segera aku menikmati pagi hari yang indah. Ya pagi hari menurutku adalah momen yang pas untuk menikmati hari-hari. Selepas setelah itu aku langsung keluar dari kamar, membasuh muka, dan mematikan lampu yang masih menyala.

Selepas semua itu aku lakukan, aku pun langsung menuju pintu rumah untuk mengambil koran yang setiap pagi selalu berada di depan pintu di lempar oleh loper koran.

ada satu kolom yang menarik perhatianku. yaitu soal ADIPURA.

Ya lagi-lagi Samarinda yang akan aku ceritakan di blogku ini. Kota yang di kenal dengan sebutan kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman, dan Nyaman). Ada beberapa komentar negatif orang-orang yang menyebut Samarinda tidak pantas untuk meraih Adipura. Di komentar tersebut, jangankan untuk meraih, untuk mencalonkan agar bisa mendapatkan piala Adipura sangat tidak pantas jika kita melihat kondisi riil dari kota Samarinda. Aku sebagai orang dan masyarakat Samarinda bukan tidak setuju pemerintah kota ingin mendapatkan Adipura. Tetapi aku melihat dari sisi kenyataan dan kondisi apa yang terjadi di kota Samarinda.

Pemerintah belum melaksanakan tugasnya dengan baik. Hujan deras dalam kurun waktu tidak lama, Samarinda kebanjiran. Pada kondisi terik panas, Samarinda berdebu. Sehingga semua menjadi serba salah. Hujan kebanjiran, Panas malah kepanasan karena di tambah debu-debu. Tidak ada solusi yang jitu yang diberikan pemerintah. Saya tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Saya bersikap netral. Bisa saja pemerintah sudah menanggulangi banjir tersebut. Tetapi jika hanya di tanggulangi tanpa mengatasi hal ini akan terus terjadi. Belum lagi masalah tambang yang membuat hutan-hutan di sekitar kot

a Samarinda. Banyaknya penggundulan lahan tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi. Pemerintah jelas ikut andil dalam perizinan tambang seperti ini. Nasi telah menjadi bubur. Banjir sudah terjadi. Lalu merencanakan anggaran yang besar untuk memperbaiki kota. Masalah menjadi terlalu kompleks yang harusnya tidak terjadi jika saja pemerintah berpikir jangka panjang ke depan terhadap kondisi. Keuntungan tidak seberapa dari tambang batu bara, tapi kerugian di rasakan hampir semua warga Samarinda.

Pemerintah kota bersikap seperti itu, sehingga masyarakat terlihat kasat mata juga terlihat acuh dengan apa yang terjadi. Banyak yg protes, banyak alasan; alasan a, alasan b, alasan c, dan alasan lainnya. Mungkin semua itu karena budaya kita yang sering kita lihat di televisi. Terlebih banyak menuntut dari pada memberikan solusi.

Kita berharap ada tindakan yang lebih serius dari pemerintah kota. Seperti lebih

memperhatikan perizinan tambang. Apalagi baru saja aku membaca berita satu sekolah harus pindah untuk melakukan UAN karena sekolah terendam sedada orang dewasa. Sungguh miris jika banjir harus menghantui kota samarinda yang di kenal sebagai IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

!

Jaga Bumi Kita! #iniAksiku

March 29, 2013

Kita berada di satu rumah yaitu Bumi. Jaga rumah kita dengan baik. Mari berAKSI untuk bumi yang lebih baik

🙂

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: